Jakarta, Sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Museum Listrik dan Energi Baru (MLEB) menyelenggarakan kegiatan Pemberdayaan UMKM Berbasis Teknologi Digital selama tiga hari, pada 18–20 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan usahanya. Program pemberdayaan UMKM melalui transformasi digital sejalan dengan berbagai inisiatif TJSL PLN yang mendorong pelaku usaha agar semakin kompetitif dan mampu memperluas pasar melalui pemanfaatan teknologi.
Kegiatan yang berlangsung di Museum Listrik dan Energi Baru ini menghadirkan narasumber dari Kubik Leadership serta praktisi digital marketing Coach Yoso, yang memberikan pembekalan mengenai pengembangan mindset kewirausahaan, strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, hingga penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung promosi produk UMKM.
Program ini diikuti oleh puluhan pelaku UMKM binaan dan masyarakat umum yang memiliki usaha rintisan. Selama tiga hari, peserta memperoleh pelatihan intensif melalui sesi seminar, praktik langsung, diskusi interaktif, dan pendampingan pembuatan konten digital untuk meningkatkan daya tarik produk di pasar digital.
Manager Museum Listrik dan Energi Baru Bapak Syiriif Abdullah menyampaikan bahwa transformasi digital telah menjadi kebutuhan penting bagi pelaku UMKM di tengah persaingan usaha yang semakin dinamis. Oleh karena itu, Museum Listrik dan Energi Baru tidak hanya berperan sebagai sarana edukasi ketenagalistrikan dan energi baru, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan masyarakat melalui program-program yang memberikan dampak sosial dan ekonomi berkelanjutan.
“Melalui program TJSL ini, kami ingin mendorong pelaku UMKM untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemanfaatan media digital dan teknologi AI dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas pemasaran, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat daya saing produk lokal,” ujarnya. Pemanfaatan AI dan teknologi digital telah terbukti menjadi salah satu strategi efektif dalam mendukung promosi dan pengembangan UMKM di era ekonomi digital.
Dalam sesi yang dibawakan oleh Kubik Leadership, peserta mendapatkan materi tentang penguatan karakter wirausaha, kepemimpinan, dan kemampuan membangun bisnis yang berkelanjutan. Sementara itu, Coach Yoso membekali peserta dengan strategi digital marketing, optimalisasi media sosial, algoritma platform digital, pembuatan konten yang menarik, serta teknik meningkatkan interaksi dan jangkauan audiens secara organik.
Selain memperoleh wawasan teoritis, peserta juga diajak mempraktikkan langsung penggunaan berbagai aplikasi digital untuk mendukung kegiatan promosi usaha. Pendekatan berbasis praktik ini diharapkan mampu mempercepat proses adopsi teknologi oleh pelaku UMKM sehingga manfaatnya dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari. Pendampingan dan pelatihan yang berorientasi praktik menjadi salah satu metode efektif dalam meningkatkan kemampuan digital pelaku UMKM.
Melalui kegiatan ini, Museum Listrik dan Energi Baru berharap dapat menciptakan ekosistem UMKM yang lebih inovatif, mandiri, dan berdaya saing. Program pemberdayaan ini juga menjadi bagian dari upaya PLN Group dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi digital secara berkelanjutan.
Tim Penulis : PP MLEB